Powered By Blogger

Sabtu, 20 Agustus 2016

KONDISI PENDIDIKAN INDONESIA



ESAY KONDISI PENDIDIKAN DI INDONESIA


NAMA                     : Candra Ardianto
FAKULTAS             : Fakultas Ilmu Pendidikan
PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN LUAR BIASA ( S1 )

KONDISI PENDIDIKAN DI INDONESIA
     Sejak zaman Kemerdekaan Indonesia pendidikan sangatlah penting , pendidikan memberikan peranan yang sangat penting untuk memberikan kemajuan pendidikan di Indonesia dari dulu hingga sekarang pendidikan di Indonesian sedikit demi sedikit telah mengalami kemajuan. Namun upaya untuk membangun sumber daya manusia yang bisa bersaing, berwawasan iptek serta bermoran dan berahlak mulia tidaklah hal yang mudah, terlebih lagi pendidikan di Indonesian sering sekali mengalami permasalahan internal sehingga membuat penerus pendidikan di Indonesia mengalami kelesuan. Akan tetapi berdasarkan kenyataan sekarang ini, pendidikan di Indonesia mengalami 2 masalah pokok yang dihadapi oleh dunia pendidikan, yakni: bagaimana semua warga Negara dapat menikmati kesempatan pendidikan dan bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja yang mantap untuk dapat terjun kedalam kancah kehidupan bermasyarakat.

      Banyak diantara dan sekeliling  lingkungan kehidupan kita masih belum bisa menikmati pendidikan dengan layak salah satu permasalahannya biaya pendidikan yang mahal meskipun sekarang sudah banyak bantuan dari Pemerintah seperti keringanan biaya sekolah namun banyak yang masih belum bisa menikmati pendidikan di karenakan ketakutan akan banyaknya tuntutan sekolah seperti pembelian seragam atau yang lainnya . Pemerataan Pendidikan yang kurang merata, masalah pemerataan pendidikan timbul apabila masih banyak warga Negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat di tampung dalam sistem atau lembaga pendidikan karena kurangnya fasilitas pendidikan yang tersedia. Padahal dalam UUD 1945 bab XI pasal 17 berbunyi: “Tiap-tiap warga Negara republik Indonesia mempunyai hak yang sama diterima menjadi murid suatu sekolah jika syarat-syarat yang ditetapkan untuk pendidikan dan pengajaarn pada sekolah itu dipenuhi.” Namun teori ini sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada saat ini. Banyak dari mereka yang tidak memilki hak yang sama antara yang satu dengan ang lainnya. Seperti halnya, banyak pendidikan sekarang ini lebih mementingkan seseorang yang memilki kedudukan,dll.
    
      Seperti halnya pendidikan anak berkebutuhan khusus, Sekolah anak berkebutuhan khusus masih kurang memadai dan jauh dari kata banyak dikarenakan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak yangb memiliki kebutuhan khusus dan satu lagi permasalahannya adalah kurangnya jumlah pengajar, solusi yang kita ambil sperti halnya memperbanyak jumlah sekolah anak berkebutuhan khusus, memeberikan ruang bagi anak berkebutuhan khusus dan menganggap bahwa mereka juga bisa mendapatkan pendidikan yang layak di Indonesia.

       Masalah mutu, efisiensi dan relevansi pendidikan merupakan faktor yang lain. Masalah mutu pendidikan akan timbul apabila hasil pendidikan belum mencapai taraf yang diharapkan. Padahal hasil belajar yang bermutu hanya mungkin dicapai melalui proses belajar yang bermutu. Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang bermutu dan yang menjadi pokok permasalah mutu pendidikan ini terletak pada pemprosesan pendidikan, dimana menyangkut komponen pendidikan antara lain anak didik, pendidik, tenaga kependidikan, kurikulum, sarana pembelajaran, dan juga masyarakat sekitar. Namun dari komponen-kompenen tersebut banyak yang belum bisa diharapkan diantaranya mengenai sarana dan prasarana serata pendidik. Di lembaga pendidikan formal maupun non formal banyak masih banyaknya sarana dan prasarana pendidikan yang kurang dari layak seperti gedung sekolah tidak mambangun semangat sekolah , ruang kelas yang rusak kusam serta bangku sudah tercoret- coret , tidak adanya ruang perpustakaan, di lab komputer banyak komputer yang tidak bisa digunakan dan kurangnya tenaga pengajar serta kadang tenaga pengajar yang mengajarnya sering tidak masuk atau pun tidak mengajar dengan benar. Seperti halnya salah satu SEKOLAH MENENGAH ATAS di daerah Jakarta, srana dan prasarananya kurang memadai dan jauh dri kata layak hal ini sangat tidak sebanding dengah jumlah siswa yang seharusnya siswa bertambah dan juga sebaliknya sarana dan prasarana harus di tingkatkan untuk membangun suasana belajar- mengajar yang nyaman. Selain itu banyak penempatan guru yang tidak sesuai dengan bidang studinya, sehingga mengalami kepincangan dan sulitnya menjaring tenaga pendidik di daerah yang terpencil. Kemudian masalah pengembanagan tenaga kependidikan di lapangan biasanya terlambat, khususnya pada saat menyongsong hadirnya kurikulum baru. Setiap pembaruan kurikulum menuntut adanya penyesuaian dari para pelaksana lapangan. Dapat dikatakan umumnya penanganan pengembanagn tenaga pelaksana di lapangan sangat lambat. Padahal proses pembekalan untuk dapat siap melaksanakan kurikulum baru sangat memakan waktu. Akibatnya terjadi kesenjangan antara saat di rencanakan berlakunya kurikulum dengan saat mulai dilaksanakan.dan pendidikan berlangsung kurang efisien dan efektif. Berdasarkan data diatas, solusi yang bisa diambil adalah pengembangan tenaga pendidikan, sarana dan prasaran yang menciptakan lingkungan yang tenteram untuk belajar, seleksi yang lebih rasional dalam memasuki lembaga pendidikan, dll.

KONDISI PENDIDIKAN INDONESIA



ESAY KONDISI PENDIDIKAN DI INDONESIA


NAMA                     : Candra Ardianto
FAKULTAS             : Fakultas Ilmu Pendidikan
PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN LUAR BIASA ( S1 )

KONDISI PENDIDIKAN DI INDONESIA
     Sejak zaman Kemerdekaan Indonesia pendidikan sangatlah penting , pendidikan memberikan peranan yang sangat penting untuk memberikan kemajuan pendidikan di Indonesia dari dulu hingga sekarang pendidikan di Indonesian sedikit demi sedikit telah mengalami kemajuan. Namun upaya untuk membangun sumber daya manusia yang bisa bersaing, berwawasan iptek serta bermoran dan berahlak mulia tidaklah hal yang mudah, terlebih lagi pendidikan di Indonesian sering sekali mengalami permasalahan internal sehingga membuat penerus pendidikan di Indonesia mengalami kelesuan. Akan tetapi berdasarkan kenyataan sekarang ini, pendidikan di Indonesia mengalami 2 masalah pokok yang dihadapi oleh dunia pendidikan, yakni: bagaimana semua warga Negara dapat menikmati kesempatan pendidikan dan bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja yang mantap untuk dapat terjun kedalam kancah kehidupan bermasyarakat.

      Banyak diantara dan sekeliling  lingkungan kehidupan kita masih belum bisa menikmati pendidikan dengan layak salah satu permasalahannya biaya pendidikan yang mahal meskipun sekarang sudah banyak bantuan dari Pemerintah seperti keringanan biaya sekolah namun banyak yang masih belum bisa menikmati pendidikan di karenakan ketakutan akan banyaknya tuntutan sekolah seperti pembelian seragam atau yang lainnya . Pemerataan Pendidikan yang kurang merata, masalah pemerataan pendidikan timbul apabila masih banyak warga Negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat di tampung dalam sistem atau lembaga pendidikan karena kurangnya fasilitas pendidikan yang tersedia. Padahal dalam UUD 1945 bab XI pasal 17 berbunyi: “Tiap-tiap warga Negara republik Indonesia mempunyai hak yang sama diterima menjadi murid suatu sekolah jika syarat-syarat yang ditetapkan untuk pendidikan dan pengajaarn pada sekolah itu dipenuhi.” Namun teori ini sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada saat ini. Banyak dari mereka yang tidak memilki hak yang sama antara yang satu dengan ang lainnya. Seperti halnya, banyak pendidikan sekarang ini lebih mementingkan seseorang yang memilki kedudukan,dll.
    
      Seperti halnya pendidikan anak berkebutuhan khusus, Sekolah anak berkebutuhan khusus masih kurang memadai dan jauh dari kata banyak dikarenakan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak yangb memiliki kebutuhan khusus dan satu lagi permasalahannya adalah kurangnya jumlah pengajar, solusi yang kita ambil sperti halnya memperbanyak jumlah sekolah anak berkebutuhan khusus, memeberikan ruang bagi anak berkebutuhan khusus dan menganggap bahwa mereka juga bisa mendapatkan pendidikan yang layak di Indonesia.

       Masalah mutu, efisiensi dan relevansi pendidikan merupakan faktor yang lain. Masalah mutu pendidikan akan timbul apabila hasil pendidikan belum mencapai taraf yang diharapkan. Padahal hasil belajar yang bermutu hanya mungkin dicapai melalui proses belajar yang bermutu. Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang bermutu dan yang menjadi pokok permasalah mutu pendidikan ini terletak pada pemprosesan pendidikan, dimana menyangkut komponen pendidikan antara lain anak didik, pendidik, tenaga kependidikan, kurikulum, sarana pembelajaran, dan juga masyarakat sekitar. Namun dari komponen-kompenen tersebut banyak yang belum bisa diharapkan diantaranya mengenai sarana dan prasarana serata pendidik. Di lembaga pendidikan formal maupun non formal banyak masih banyaknya sarana dan prasarana pendidikan yang kurang dari layak seperti gedung sekolah tidak mambangun semangat sekolah , ruang kelas yang rusak kusam serta bangku sudah tercoret- coret , tidak adanya ruang perpustakaan, di lab komputer banyak komputer yang tidak bisa digunakan dan kurangnya tenaga pengajar serta kadang tenaga pengajar yang mengajarnya sering tidak masuk atau pun tidak mengajar dengan benar. Seperti halnya salah satu SEKOLAH MENENGAH ATAS di daerah Jakarta, srana dan prasarananya kurang memadai dan jauh dri kata layak hal ini sangat tidak sebanding dengah jumlah siswa yang seharusnya siswa bertambah dan juga sebaliknya sarana dan prasarana harus di tingkatkan untuk membangun suasana belajar- mengajar yang nyaman. Selain itu banyak penempatan guru yang tidak sesuai dengan bidang studinya, sehingga mengalami kepincangan dan sulitnya menjaring tenaga pendidik di daerah yang terpencil. Kemudian masalah pengembanagan tenaga kependidikan di lapangan biasanya terlambat, khususnya pada saat menyongsong hadirnya kurikulum baru. Setiap pembaruan kurikulum menuntut adanya penyesuaian dari para pelaksana lapangan. Dapat dikatakan umumnya penanganan pengembanagn tenaga pelaksana di lapangan sangat lambat. Padahal proses pembekalan untuk dapat siap melaksanakan kurikulum baru sangat memakan waktu. Akibatnya terjadi kesenjangan antara saat di rencanakan berlakunya kurikulum dengan saat mulai dilaksanakan.dan pendidikan berlangsung kurang efisien dan efektif. Berdasarkan data diatas, solusi yang bisa diambil adalah pengembangan tenaga pendidikan, sarana dan prasaran yang menciptakan lingkungan yang tenteram untuk belajar, seleksi yang lebih rasional dalam memasuki lembaga pendidikan, dll.

Sabtu, 28 Februari 2015



RESENSI NOVEL
“KAPPA”

 

1. Identitas Buku
Judul Buku    : KAPPA
Pengarang     : Ryonosuke Akutagawa
Genre           : Novel
Penerbit        : Interprebook , KPP ( Kelompok Penerbit Pinus )
Tahun terbit  : 2000
Tebal Buku   : 170
Harga Buku  : ± 25.000,00

ISBN           :  978-979-18388-4-9
2. Pendahuluan
A. Isi Novel
   Novel ini adalah cerita dongeng Jepang.Akutagawa adalah seseorang yang tidak  sengaja masuk dalam dunia kappa, kappa merupakan mahluk mitos di negeri Jepang. Kappa digambarkan memiliki tinggi kurang dari satu meter dan mempunyai tubuh berwarna hijau, mempunyai seperti cawan yang ada di kepalanya, kaki dan tangannya terdapat bulu- bulu,kappa mempunyai ramput pendek dan jarang . Kappa merupakan mahluk seperti bunglon untuk dia bisa berkamuflase terhadap lingkungannya dan ia memiliki kantung seperti kantung seperti kangguru di perutnya untukmenyimpan  cadangan lemak walaupun ia tidak memakai pakaian tubuh cadangan lemak dalam tubuhnya dapat membuat dia hangat



B. Tujuan Penulis
   Menceritakan tentang pengalaman pribadinya yang tidak sengaja masuk kedalam kehidupan kappa dan mempelajari tentang kehidupan kappa yang penuh mistis
C. Manfaat Novel
  Novel ini adalah novel satire sebuah sindiran yang membandingkan kehidupan manusia dan kehidupan Kappa. Dunia yang nyaris berbandin terbalik dengan negeri manusia. Hal-hal yang dianggap serius di dunia manusia justru dianggap sebagai sesuatu yang lucu di dunia Kappa. Dalam novel ini pun digambarkan betapa sensitifnya perasaan Kappa. Begitu sensitifnya perasaan Kappa sehingga bisa mati hanya karena disebut kodok.
D.  Audiens ( Sasaran Pembaca)
  Novel ini di tunjukan kepada orang banyak yang membaca novel ini agar mendapat pelajaran berharga bahwa mahluk seperti kappa saja memiliki
 perasaan sedangakan manusia yang di beri akal terkadang sulit untuk       mempergunakan perasaan atau hati


3. Tema Cerita
    Tema dalam novel ini bersifat mistis

4. Sinopsis Novel
  Novel Kappa ini menceritakan tentang seseorang yang tidak sengaja masuk dalam dunia kappa, kappa merupakan mahluk mitos di negeri Jepang. Kappa digambarkan memiliki tinggi kurang dari satu meter dan mempunyai tubuh berwarna hijau, mempunyai seperti cawan berbentuk oval yang ada di kepalanya, kaki dan tangannya terdapat bulu- bulu, kappa mempunyai ramput pendek dan jarang . Kappa merupakan mahluk seperti bunglon untuk dia bisa berkamuflase terhadap lingkungannya dan ia memiliki kantung seperti kantung seperti kangguru di perutnya untuk menyimpan  cadangan lemak walaupun ia tidak memakai pakaian tubuh cadangan lemak dalam tubuhnya dapat membuat dia hangat
   Dunia Kappa sama dengan dunia kita, disana juga terdapat dokter dan seniman dan ternyata kappa juga dapat menikah sama dengan kita namun bayi kapa dapat memilih ia mau di lahirkan atau tidak. Bayi kappa yang baru saja lahir langsung bisa berjalan
  Setelah sekian lama hidup dalam dunia Kappa, laki-laki itu dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan para Kappa. Dia ikut beraktifitas bersama kappa, lambat laun ia mulai bosan dan muak dengan kehidupan kappa dan ia ingin kembali dalam dunia manusia. Namun saat telah kembali di dunia manusia ia mulai kangen dengan teman-temannya di dunia kappa
    Novel ini di ceritakan oleh pasien sakit jiwa yang menghuni kamar no.23 di sebuah rumah sakit jiwa, melihat dari pendahuluannya saja novel ini sudah mengerikan

5. Kelebihan
  Novel ini bagus untuk di baca karna mengajari kita untuk hidup lebih baik dalam menjalani hidup, menarik di baca karna di dalm cerita ini penuh imajinasi meski sedikit horor

6. Kekurangan
    Novel ini terlalu seram untuk di baca dari awal pembuka hingga akhir yang menceritakan tentang kehidupan mahluk mistis “ Kappa

  7. Penutup
 1   Kesimpulan
  Kappa merupakan mahluk mitos dari negeri Jepang, yang mempunyai kehidupan yang sama seperti manusia dan kappa juga memiliki perasaan yang lebih sensitive dari pada manusia dan ia bisa langsung mati bila dia disebut kodok.
  2    Saran
 Novel ini sangat bagus jika di sedikit di kurangkan tetntang pengalaman pribadi seorang penulis